Software :: Aplikasi Kriptografi dengan metode Caesar,ROT13,Vigenere,Gronsfeld | FREE DOWNLOAD

Aplikasi ini Dibuat dengan VB.NET || GAMBAR DAN PEMBAHASAN LENGKAP :

CAESAR CIPHER.

Contoh kalimatnya:

the danger of small mistakes is that those mistakes can be the big problem

hasilnya setelah dienkripsi:

wkh gdqjhu ri vpdoo plvwdnhv lv wkdw wkrvh plvwdnhv fdq eh wkh elj sureohp

algoritma
Plain text menggunakan kalimat berbahasa inggris.

Setiap huruf disubtitusikan menjadi huruf yang bergeser 3 huruf setelah huruf yang ada dalam plain text, dengan kata lain bergeser 3 huruf setelah huruf aslinya.

Misalkan huruf t=w , h=k , dan e=h. dalam huruf alphabet huruf ketiga setelah ‘t’ adalah ‘w’, huruf ketiga setelah’ h’ adalah ‘k’, serta huruf ketiga setelah ‘e’ adalah ‘h’. dan seterusnya.

Dalam kata ‘small’ terdapat pengulangan huruf ‘l’ sehingga cenderung mudah ditebak bahwa huruf tersebut sama.

Dalam bahasa inggris huruf yang serupa dengan kondisi diatas antara lain: all,tall,full, nill, dan sebagainya.

Setelah menemukan algoritma dari metode enkripsi ini, dapat dipastikan bahwa metode enkripsi ini menggunakan metode ‘CAESAR CIPHER’.

ROT13.

ROT13 merupakan metode algoritma enkripsi yang hampir sama dengan Caesar Chiper yang sudah saya bahas sebelumnya, hanya melihat dari kepanjangannya saja, yakni Rotate by 13, sekilas kita sudah bisa menebak bahwa ROT13 merupakan metode kriptografi dengan menggunakan pergeseran sejauh 13 langkah (k=13).

Bentuk dari metode enkripsi ROT13 adalah :
Plaintext :
* A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Chipertext :
* N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M

VIGENERE.

Kode vigènere termasuk kode abjad-majemuk (polyalphabetic substitution cipher). Dipublikasikan oleh diplomat (sekaligus seorang kriptologis) Perancis, Blaise de Vigènere pada abad 16, tahun 1586. Sebenarnya Giovan Batista Belaso telah menggambarkannya untuk pertama kali pada tahun 1533 seperti ditulis di dalam buku La Cifra del Sig. Algoritma ini baru dikenal luas 200 tahun kemudian dan dinamakan kode vigènere. Vigèneremerupakan pemicu perang sipil di Amerika dan kode vigènere digunakan oleh Tentara Konfederasi (Confederate Army) pada perang sipil Amerika (American Civil War). Kode vigènere berhasil dipecahkan oleh Babbage dan Kasiski pada pertengahan abad 19. (Ariyus, 2008).

Algoritma enkripsi jenis ini sangat dikenal karena mudah dipahami dan diimplementasikan. Teknik untuk menghasilkan ciphertext bisa dilakukan menggunakan substitusi angka maupun bujursangkar vigènere. Teknik susbtitusivigènere dengan menggunakan angka dilakukan dengan menukarkan huruf dengan angka, hampir sama dengan kode geser. Contoh:

Gambar 1 Contoh Tabel Substitusi Algoritma Kriptografi Vigenere Cipher

Plaintext: PLAINTEXT

Kunci: CIPHER

Gambar 2 Contoh Tabel Kriptografi dengan Algoritma Vigenere Cipher

Dengan metode pertukaran angka dengan huruf di atas, diperoleh bahwa teks asli (PLAINTEXT) memiliki kode angka (15,11, 0, 8, 13, 19, 4, 23, 19), sedangkan kode angka untuk teks kunci (CIPHER) yaitu (2, 8, 15, 7, 4, 17). Setelah dilakukan perhitungan, maka dihasilkan kode angka ciphertext (17, 19, 15, 15, 17, 10, 6, 5, 8). Jika diterjemahkan kembali menjadi huruf sesuai urutan awal, maka menjadi huruf RTPPRKGFI.

Sedangkan metode lain untuk melakukan proses enkripsi dengan metodevigènere cipher yaitu menggunakan tabula recta (disebut juga bujursangkarvigènere).

Gambar 3 Contoh Tabula Recta Algoritma Kriptografi Vigenere Cipher

Kolom paling kiri dari bujursangkar menyatakan huruf-huruf kunci, sedangkan baris paling atas menyatakan huruf-huruf plaintext. Setiap baris di dalam bujursangkar menyatakan huruf-huruf ciphertert yang diperoleh denganCaesar cipher, yang mana jumlah pergeseran huruf plaintext ditentukan nilai numerik huruf kunci tersebut (yaitu, a=0, b=1, c=2, …, z=25). Sebagai contoh, huruf kunci c (=2) menyatakan huruf-huruf plaintext digeser sejauh 2 huruf ke kanan (dari susunan alfabetnya), sehingga huruf-huruf ciphertext pada baris c adalah:

Gambar 4 Potongan Tabula Recta Baris ke-C

Bujursangkar vigènere digunakan untuk memperoleh ciphertert dengan menggunakan kunci yang sudah ditentukan. Jika panjang kunci lebih pendek daripada panjang plaintext, maka kunci diulang penggunaannya (sistem periodik). Bila panjang kunci adalah m, maka periodenya dikatakan m. Sebagai contoh, jika plaintext adalah THIS PLAINTEXT dan kunci adalah sony, maka penggunaan kunci secara periodik sebagai berikut:

Plaintext : THIS PLAINTEXT

Kunci     : sony sonysonys

Untuk mendapatkan ciphertext dari teks dan kunci di atas, untuk hurufplaintext pertama T, ditarik garis vertikal dari huruf T dan ditarik garis mendatar dari huruf s, perpotongannya adalah pada kotak yang berisi huruf L. Dengan cara yang sama, ditarik garis vertikal dari huruf H dan ditarik garis mendatar pada huruf o, perpotongannya adalah pada kotak yang juga berisi berisi huruf V. hasil enkripsi seluruhnya adalah sebagai berikut:

Plaintext             : THIS PLAINTEXT

Kunci                 : sony sonysonys

Ciphertext          : LVVQ HZNGFHRVL

Variasi-variasi vigènere cipher pada dasarnya perbedaannya terletak pada cara membentuk tabel atau cara menghasilkan kuncinya, sedangkan enkripsi dan dekripsi tidak berbeda dengan vigènere cipher standar. Beberapa variasi tersebut sebagai berikut:

  1. Full Vigènere Cipher

Pada varian ini, setiap baris di dalam tabel tidak menyatakan pergeseran huruf, tetapi merupakan permutasi huruf-huruf alfabet. Misalnya, pada baris a susunan huruf-huruf alfabet adalah acak seperti di bawah ini:

Gambar 5 Contoh Potongan Tabula Recta Full Vigenere Cipher
  1. Auto-Key Vigènere cipher

Idealnya kunci tidak digunakan secara berulang. Pada auto-keyvigènere cipher, jika panjang kunci lebih kecil dari panjang plaintext, maka kunci disambung dengan plaintext tersebut. Misalnya, untuk mengenkripsi pesan NEGARA PENGHASIL MINYAK dengan kunci INDO, maka kunci tersebut disambung dengan plaintextsemula sehingga panjang kunci menjadi sama dengan panjangplaintext:

Plaintext: NEGARA PENGHASIL MINYAK

Kunci: INDONE GARAPENGH ASILMI

  1. Running-Key Vigènere cipher

Pada varian ini, kunci bukan string pendek yang diulang secara periodik seperti pada vigènere cipher standar, tetapi kunci adalahstring yang sangat panjang yang diambil dari teks bermakna (misalnya naskah proklamasi, naskah Pembukaan UUD 1945, terjemahan ayat di dalam kitab suci, dan lain-lain). Misalnya untuk mengenkripsiplaintext NEGARA PENGHASIL MINYAK dapat menggunakan kunci berupa sila ke-2 Pancasila: KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB. Selanjutnya enkripsi dan dekripsi dilakukan seperti biasa. (Munir, 2006)

Daftar Referensi:

Ariyus, Dony., 2008, Pengantar Ilmu Kriptografi: Teori, Analisis, dan Implementasi. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Munir, Rinaldi., 2006, Kriptografi. Penerbit Informatika, Bandung.

Keyword: algoritma vigenere cipher, kriptografi klasik, algoritma kriptografi, rinaldi munir, keamanan pesan, enkripsi pesan, enkripsi vigenere cipher, ciphertext, plaintext, penyandian pesan, algoritma enkripsi, pengertian enkripsi, sejarah vigenere cipher, pengertian vigenere cipher ilmu kriptografi, dony ariyus.

SUMBER

http://sun-coolin.blogspot.com/2012/07/algoritma-kriptografi-klasik-vigenere-cipher.html

GRONSFELD

Gronsfeld identik dengan Cipher Vigenere, tetapi perbedaan nya adalah pada kunci cipher ini yang menggunakan angka 0-9.
Kelebihan Gronsfeld Cipher adalah kuncinya bukan kata, tetapi kelemahannya cipher ini hanya mempunyai 10 kemungkinan tidak seperti Vigenere yang memiliki 26 kemungkinan karena menggunakan alfabet. Cipher Gronsfeld sendiri umumnya lebih banyak digunakan di Jerman dan beberapa negara lain di Eropa.

– CARA MEMBUAT PESAN DENGAN GRONSFELD CIPHER

Cara pemakaian sandi ini sebenarnya cukup simpel, tetapi awalnya, kita harus mengetahui, kunci untuk memecahkan isi pesan yang dimaksud dalam sandi tersebut.

Tabel Gronsfeld berisi alfabet yang dituliskan dalam 10 baris, masing-masing baris digeser satu urutan ke kiri dari baris sebelumnya, membentuk ke-10 kemungkinan.

Setiap huruf disandikan dengan menggunakan baris yang berbeda-beda, sesuai angka kunci yang diulang.

—A-B-C-D-E-F-G-H-I­-J-K-L-M-N-O-P-Q-R-S­-T-U-V-W-X-Y-Z
0} A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-­K-L-M-N-O-P-Q-R-S-T-­U-V-W-X-Y-Z-
1} B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-­L-M-N-O-P-Q-R-S-T-U-­V-W-X-Y-Z-A-
2} C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-­M-N-O-P-Q-R-S-T-U-V-­W-X-Y-Z-A-B-
3} D-E-F-G-H-I-J-K-L-M-­N-O-P-Q-R-S-T-U-V-W-­X-Y-Z-A-B-C-
4} E-F-G-H-I-J-K-L-M-N-­O-P-Q-R-S-T-U-V-W-X-­Y-Z-A-B-C-D-
5} F-G-H-I-J-K-L-M-N-O-­P-Q-R-S-T-U-V-W-X-Y-­Z-A-B-C-D-E-
6} G-H-I-J-K-L-M-N-O-P-­Q-R-S-T-U-V-W-X-Y-Z-­A-B-C-D-E-F-
7} H-I-J-K-L-M-N-O-P-Q-­R-S-T-U-V-W-X-Y-Z-A-­B-C-D-E-F-G-
8} I-J-K-L-M-N-O-P-Q-R-­S-T-U-V-W-X-Y-Z-A-B-­C-D-E-F-G-H-
9} J-K-L-M-N-O-P-Q-R-S-­T-U-V-W-X-Y-Z-A-B-C-­D-E-F-G-H-I-
Misalnya, teks terang yang hendak disandikan adalah perintah “SEMANGAT NASIONAL INDONESIA”
Sedangkan angka kunci antara pengirim dan tujuan adalah “170845”, sesuaikan kunci berulang-ulang sesuai dengan jumlah kata yang dimaksud.

SEMANGAT NASIONAL INDONESIA
17084517 08451708 451708451

Pada tabel tersebut, S bertemu dengan 1 berada di huruf ‘T’, lalu huruf E bertemu dengan 7 di huruf ‘L’, dan seterusnya.

Teks Asli: SEMANGAT NASIONAL INDONESIA
Kata kunci: 170845
Hasil Gronsfeld : TLMIRM BANIWN PUATMS EVNMWN B

Jadi, hasil enskripsi Gronsfeld dari kata ‘SEMANGAT NASIONAL INDONESIA’ dengan menggunakan angka kunci ‘170845’ adalah ‘TLMIRM BANIWN PUATMS EVNMWN B’

Kita pun dapat membuat Gronsfeld Cipher tanpa menggunakan Tabel Gronsfeld, dengan menggunakan metode ‘ Huruf hasil Gronsfeld = (Huruf Asli dalam bentuk angka) + (Kata Kunci dalam bentuk angka) ‘ untuk mengetahui teks hasil Gronsfeld nya.
jika hasil Gronsfeld dalam bentuk angkamu lebih besar daripada 26, maka kurangilah hasil tersebut dengan 26.

Contoh :

Huruf Asli : S = 19
Angka Kunci : 1
Huruf hasil Gronsfeld: 19 + 1 = 20 ( 20 = huruf T )

Huruf Asli : T = 20
Angka Kunci : 7
Huruf hasil Gronsfeld : 20 + 7 = 27 ( 27- 26 = 1 = huruf A )

berarti, huruf hasil pengubahan dalam bentuk Gronsfeld adalah T & A, hasilnya 100% akan sama seperti pada tabel.

 

      

DOWNLOAD APLIKASI

Please follow and like us:
10
2 Comments
  1. Taroni Zebua
    • fajar ridikc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *